Makanan Khas Kalimantan Tengah

"WADI"



Kehidupan suku Dayak dan Banjar yang tinggal di kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah tak bisa lepas dari kegiatan tanam padi di ladang dan menjaring ikan di sungai. Ketika sedang musim sepi ikan biasanya mereka telah menyiapkan persediaan ikan terfermentasi yang dinamakan wadi. Wadi menjadi makanan khas Kalimantan Tengah yang disukai oleh penduduknya, namun tidak untuk mereka yang belum pernah mengenal makanan satu ini karena bau dari wadi yang sangat menyengat.
  1. Wadi atau ikan terfermentasi dibuat melalui proses yang cukup rumit selama kurang lebih dua hari dua malam sebelum bisa disantap. Hampir segala jenis ikan sungai bisa dijadikan wadi, jadi tergantung selera pembuatnya mau menggunakan ikan apa. Ikan yang sudah menjadi wadi bisa tahan hingga berbulan-bulan, bahkan tahunan. Wadi mempunyai rasa asam yang unik. Saat ini banyak penduduk Palangkaraya yang melakukan uji coba terhadap penambahan bahan agar cita rasa dair wadi bisa diterima oleh seluruh lidah masyarakat Indonesia, seperti menambahkan gula merah dan jeruk nipis misalnya.

Komentar